Serbabisnis.com
Belajar Candlestick

Ingin Sukses Di Trading? Belajarlah Cara Membaca Candlestick

Apakah saat ini kamu sedang mencari artikel mengenai candlestick? Atau kamu sedang belajar teknikal analisis untuk belajar binary, forex, emas, atau instrumen lainnya? Jika kamu sedang mencari cara membaca candlestick yang baik dan benar maka kamu bisa mempelajarinya di artikel ini. Usahakan membaca secara perlahan agar kamu dapat mengerti mengenai cara membaca candlestick yang benar.

Berdagang di forex, binary, ataupun saham tidaklah cukup mengandalkan fundamental dan faktor keberuntungan saja. Kamu juga harus terbiasa belajar dengan teknikal analisis agar kamu lebih dapat memahami pasar tentunya. Salah satu materi di teknikal analisis adalah cara membaca candlestick yang baik dan benar. Pengetahuan ini merupakan dasar bagi setiap trader yang ingin berkecimpung ke dalam dunia trading. Berikut inilah cara membaca candlestick yang baik dan benar.

Cara Membaca Candlestick

Belajar Candlestick

Pada gambar terdapat 6 jenis pergerakan yang harus kamu ketahui. Mohon di baca secara perlahan agar kamu mengerti tentang candle tersebut. Dalam studi kasus ini kita persoalkan dalam time frame 1 menit (Dalam setiap 1 menit candle akan muncul dan terus berganti). Berikut ini penjelasannya.

1. Harga Awal dan Akhir

Harga awal berarti harga pembukaan. Kita misalkan melihat candle di Time Frame 1 menit yang artinya setiap 1 menit akan muncul candle yang baru juga. Dalam waktu 1 menit itu terdapat harga awal dan harga akhir. Harga awal adalah harga yang dibuka saat setelah pergantian candle selama 1 menit. Sedangkan harga akhir adalah harga yang ditutup setelah 1 menit berlalu. Siklus ini akan berlanjut dan membentuk candle-candle lainnya.

Jika harga awal lebih kecil dari harga akhir maka itu disebut sebagai bullish atau biasa candle akan berbentuk warna hijau atau gampangnya candle akan bergerak naik. Jika harga awal lebih besar dari harga akhir maka itu disebut sebagai bearish atau biasa candle akan berbentuk warna merah atau gampangnya candle akan bergerak turun.

Kita misalkan sebuah pair berada pada poin 100 dan setelah 1 menit poin berubah menjadi 101 maka itu disebut sebagai candle bullish atau candle hijau ataupun mengalami penaikan poin. Jika sebuah pair berada pada poin 100  dan setelah 1 menit poin berubah menjadi 99 maka itu disebut sebagai candle bearish atau candle merah ataupun mengalami penurunan poin.

Cek Juga Artikel Mengenai >>> Tips Aman Trading Di Binary Option

2. Badan Candle

Badan Candle mengindikasikan pergerakan yang real dari candle tersebut. Misalnya salah satu pair bergerak dari 100 ke 101 dalam 1 menit berarti badan candle yang terbentuk adalah sebesar 1 poin dan harga awal adalah 100 dan harga akhir 101.

3. Bayangan Candle Atas dan Bawah

Bayangan candle mengartikan bahwa dalam pergerakan 1 menit bahwa harga di pasar pernah menyentuh di poin tersebut namun pada 1 menit harga tidak tertutup di poin tersebut melainkan hanya menyentuh saja.

Kita asumsikan dalam time frame 1 menit bahwa candle berada pada harga awal 100 dan harga akhir 101. Pada pergerakannya dalam time frame 1 menit grafik candle tidaklah berjalan lurus dari 100 ke 101 tetapi mengalami pergerakan harga yang fluktuatif atau naik turun sehingga dalam 1 menit bisa saja harga pernah menyentuh lebih dari 101 atau kurang dari 100 yang akan membentuk bayangan candle atas dan bawah. Untuk lebih lanjutnya maka kita bisa menyimak studi kasus di bawah ini.

Studi Kasus Pembacaan Candlestick

Fokuslah pada kotak putih tersebut. Kita bisa melihat harga yang sedang berlangsung di kolom sebelah kanan tersebut. Jika dilihat tidak akan jelas berapa harga awal dan akhir 3 candle tersebut dalam 1 menit. Lalu bagaimana cara untuk menentukan harga awal dan akhir tersebut? Kita bisa menentukan harga awal dan akhir dari candle 30 detik. Mari kita lihat gambar dengan candle 30 detik.

Baca Juga Artikel Tentang >>> Tips Trading

Membaca Candlestick 2

Jika kita perhatikan ketiga candle dalam waktu 1 menit maka 3 candle tersebut berbentuk seperti ini jika dibentuk dalam waktu 30 detik dan bisa dilihat bahwa harga yang terbentuk dalam 1 menit dalam harga awal dan akhir dipengaruhi oleh candle yang lebih rendah dari 1 menit, misalnya candle 30, 20, 10, bahkan 1 detik. Hal itu juga berlaku pada time frame berapa saja.

Yang perlu kamu perhatikan adalah pergerakan harga dalam badan candle dan bayangan candle. Kedua hal itu bisa menunjukkan apa yang sebenarnya sedang terjadi di pasar. Jika badan candle kecil namun bayangan candle tinggi maka bisa dikatakan bahwa harga yang mendorong ke atas dan menekan ke bawah sedang tinggi volumenya sehingga candle bergerak konstan dan tidak naik-turun. Hal tersebut bisa kamu lihat di gambar yang punya badan candle tipis namun bayangan candle cukup tinggi. Sebaiknya menghindari perdagangan jika sedang terjadi tren sepert ini karena kita tidak tahu secara jelas apakah dia akan naik atau turun.

Itulah artikel mengenai cara membaca candlestick yang baik dan benar. Jika kamu  merasa artikel tersebut masih kurang maka kamu bisa mencoba menonton video edukasi ini untuk memperjelas tentang cara membaca candlestick.

Teddy Juwandi

Penulis dan sekaligus juga owner di Serbabisnis.com
Berharap akan membantu orang-orang yang ingin berbisnis dan juga menyelesaikan masalah keuangan.

Add comment