Serbabisnis.com
panduan buka usaha dari awal sampai akhir

Panduan Lengkap Buka Usaha Dari Awal Sampai Akhir

Disclaimer:
Jika kamu ingin segera buka usaha dan mendapatkan informasi lengkap mengenai cara membuka usaha dari AWAL sampai AKHIR, mohon baca artikel ini secara detail!!!. – Terima Kasih

Apakah kamu sedang bingung dalam mendirikan sebuah bisnis? atau kamu sedang benar-benar pusing dalam membangun sebuah usaha? jika kamu sedang mengalami masalah tersebut maka Serbabisnis.com kali ini akan mencoba untuk membantu kamu dengan cara memberikan panduan lengkap membuka usaha dari awal buka usaha sampai dengan proses perawatan itu sendiri.

Membuka bisnis atau usaha memang bukan hal yang mudah dan tentunya hal tersebut pasti kamu rasakan saat ini jika kamu berencana untuk berbisnis. Mulai dari menentukan ide bisnis seperti apa sampai ke hal-hal yang membuat kamu ragu sendiri apakah bisnis itu akan berjalan dengan baik atau tidak.

Semua orang yang ingin membuka bisnis pasti awalnya jelas akan merasakan hal tersebut dan mulai mempertanyakan tentang bisnis yang akan dibangun dan merasa tidak yakin dengan bisnisnya sendiri dan sampai akhirnya mencari ide bisnis lainnya yang dirasa lebih berpeluang besar untuk mendapatkan keuntungan. Hal itu dilakukan berulang-ulang, sampai pada satu titik kamu tidak akan menemukan dan membangun apapun serta kamu akan tersadarkan bahwa yang kamu rencanakan tidak ada yang berhasil.

Apakah yang saya katakan adalah hal yang salah? tentu saja tidak, saya juga pernah mengalami hal yang sama. Sebelum saya membuat Serbabisnis.com dan beberapa blog tentang Lifesyle serta jasa pembuatan website, saya juga bingung dalam menentukan ide bisnis dan cara membangun usaha dari awal sampai kepada maintenance bisnis tersebut.

Sampai pada saatnya saya membuka beberapa usaha jasa pembuatan website dan beberapa blog serta terjun langsung dalam dunia digital marketing dan berdasarkan pengalaman dan analisa tersebut saya ingin membantu kamu semua untuk membangun bisnis atau usaha sendiri dari awal hingga akhir, ya mulai dari A sampai Z dan gratis.

Dalam artikel ini saya tidak akan membahas bagaimana cara saya dalam membangun usaha sendiri, melainkan mencoba membangun tentang bagaimana mindset dan konsep yang harus dibentuk untuk membangun sebuah bisnis dari awal hingga ke tahap perawatannya.

Membangun sebuah bisnis atau usaha bisa dikatakan sama seperti merawat seekor binatang peliharaan. Kamu awalnya mulai bingung dengan binatang peliharaan yang akan dirawat sampai pada masanya kamu akan memilih untuk merawat binatang peliharaan yang kamu sukai saja karena itu akan memberikan dorongan tersendiri dalam merawat dan menjaga binatang peliharaan tersebut.

Hal tersebut juga berlaku pada bisnis, kamu akan dibingunkan oleh berbagai macam pilihan di awal dengan berbagai macam konsep bisnis sampai pada akhirnya kamu akan memilih bisnis yang benar-benar kamu kuasai dan kamu sukai. Masalah utamanya adalah bagaimana cara menghadapi hal tersebut dan bagaimana memilih bisnis yang benar-benar dapat bertahan lama? Dan yang paling penting adalah bagaimana cara membangun bisnis agar tidak setengah hati dan putus ditengah jalan ketika menjalankan bisnis tersebut.

Jika kamu perhatikan banyak sekali bisnis yang dibangun sebenarnya punya peluang yang tinggi untuk mendapatkan income tapi malah berhenti karena tidak sejalan dengan niat para pengusaha tersebut dan akhirnya mereka mengganti jalan mereka dengan membuka bisnis lainnya, pernahkah kamu menemui kejadian seperti itu? saya yakin kamu pernah menemui kejadian tersebut disekitar kamu.

Perlu kamu ketahui secara jelas bahwa setiap produk yang dijual pasti selalu ada pembelinya hanya saja kamu perlu memerhatikan pasar dengan lebih spesifik. Jika produk yang dijual tidak laku atau gagal itu bukan salah pasar hanya saja salah penjual yang Tidak Tahu bagaimana cara menjual produk tersebut.

Sebutkan apa yang paling tidak mungkin untuk dijual?
Batu? Kamu perhatikan disekeliling kamu, bangunan tersebut kira-kira terbuat dari apa.
Air? Kamu perhatikan sendiri bahwa manusia membutuhkan air sebanyak 2 liter dalam 1 hari dan kita saat ini persediaan air bersih adalah terbatas.
Kotoran? Saat ini kotoran diperlukan sebagai pupuk dan dengan teknologi yang memadai hari ini kotoran juga bisa menghasilkan uang.

Mungkin kamu akan bingung sendiri dengan pertanyaan tersebut karena setiap hal, layaknya dapat dijual dan tidak ada kata gagal terlalu cepat karena setiap orang sebenarnya butuh apa saja yang dijual. Hanya saja kebanyakan orang-orang tidak mengerti bagaimana cara menjual produknya dengan tertarget dan baik. Untuk urusan marketing akan kita skip dan kita akan coba mengurutkan beberapa langkah yang harus kamu ketahui untuk membuka usaha.

Berikut adalah beberapa langkah-langkah yang harus kamu penuhi untuk membuka sebuah bisnis versi Serbabisnis.com

1. Tentukan Minat dan Keahlian.
2. Menentukan Ide dan Konsep Bisnis Yang Bertahan Lama.
3. Membuat Target Market Dari Bisnis Tersebut.
4. Melihat dan Menganalisa Persaingan bisnis dan Pasar.
5. Cara Mendapatkan Modal Yang Diperlukan.
6. Cara Memasarkan & Mempromosikan Produk.
7. Mengatur Keuangan Bisnis.
8. Menjaga dan Meningkatkan Kualitas Bisnis Agar Terus Berkembang.

Panduan Lengkap Buka Usaha Dari Awal Sampai Akhir.

1. Menentukan Minat dan Keahlian

Langkah pertama yang harus kamu ketahui untuk membuka usaha adalah menentukan ide bisnis atau dengan kata lain memilih bisnis apa yang seharusnya dijalankan, tetapi sebelum masuk kedalam hal tersebut banyak orang yang gagal berbisnis karena menyepelekan langkah awal ini sebab mereka biasanya tidak yakin dengan bisnisnya sendiri atau hanya sekedar ikut-ikutan bisnis orang lain karena bisnis lainnya memperoleh keuntungan yang besar.

Banyak sekali orang-orang yang membuka bisnis hanya kerena Ikut-ikutan dan sebaiknya kamu menghindari hal tersebut. Misalnysa saja ketika melihat seorang pengusaha pulsa sukses dengan bisnisnya, lalu kamu memutuskan membuka usaha tersebut hanya karena kisah suksesnya dalam menjual pulsa tentunya menentukan ide bisnis dari hal seperti ini sangat tidak disarankan karena biasanya mereka yang membuka usaha seperti ini akan semangat di awal namun pada saat di tengah jalan semangat mereka putus karena prinsip berbisnis yang tidak kuat dan tidak jelas. Untuk itu sebaiknya dalam mendirikan sebuah bisnis dimulai dari hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan kita, mulai dari hobi, kesukaan, keahlian dan minat.

Untuk langkah awal ini sebaiknya kamu buat list terlebih dahulu tentang hobi, kesukaan, keahlian dan minat dengan masing-masing dari keempat hal tersebut di isi 10 atau lebih untuk hal yang menurut kamu paling penting. Tentukan dengan lebih spesifik, misalnya kamu menyukai olahraga maka kamu bisa membuatnya lebih spesifik dengan menulis olahraga yang kamu sukai, misalnya futsal, sepakbola atau lainnya. Saya contohkan dengan list saya sendiri

Minat:
– Futsal
– Tenis Meja
– Website
– Toko Online
– Rakit Komputer
– Menulis
– SEO
– Acc Komputer (Mouse, keyboard, vga, dll)
– Trading Forex
– Building Website
– Investasi P2p
– Musik

Keahlian:
– Bermain Futsal dan Tenis Meja
– Membangun Website dan Toko Online dengan CMS WordPress
– Merakit Komputer
– Install Ulang Komputer atau Laptop
– Menerapkan SEO ke Website
– Melakukan Forex Trading

Itu adalah beberapa minat dan keahlian yang bisa saya lakukan sendiri. Saat ini coba kamu list apa saja minat yang benar-benar kamu sukai dan apa saja saat ini keahlian yang kamu punya sebab nantinya kita akan memanfaatkan kedua hal ini karena saya rasa inilah yang paling dekat dengan diri kita sendiri. Mulailah membuat list dari minat sebab list keahlian berasal dari minat yang ada dan nantinya akan memudahkan kamu untuk menyusun list ini.

Tidak perlu memaksakan diri untuk melakukan hal diluar yang kamu bisa, untuk memulai bisnis cukup mulai dari hal yang paling dekat dengan kamu. Terimalah kenyataan bahwa kamu punya keahlian A dan tidak punya keahlian B maka lebih baik untuk mulai dari A dahulu.

Banyak sekali orang-orang yang tidak menerima kenyataan tentang diri mereka sendiri, mengikuti sebuah kursus untuk membuka sebuah bisnis merupakan hal yang baik namun jika kamu sudah punya keahlian tersendiri kenapa tidak mulai dari hal tersebut dahulu? Jika bisnis sudah menghasilkan maka kamu bisa mengikuti kursus lainnya untuk mendapatkan income yang lebih besar lagi. Mulailah dari hal kecil dahulu dan nikmati setiap proses yang ada. Sebaiknya juga kamu mulai terbiasa dengan hal tersebut karena nantinya hal itulah yang akan menyelamatkan kamu dalam berbisnis.

Jika kamu sudah melakukan list tentang minat dan keahlian maka cara selanjutnya adalah mentukan ide bisnis dan konsep dari bisnis kamu.

2. Tentukan Ide Bisnis dan Konsep Bisnis

Langkah selanjutnya adalah menentukan ide bisnis yang akan kamu jalani dari list yang ada. Kita mulai dari ide bisnis terlebih dahulu, ide bisnis dan konsep bisnis adalah dua hal yang berbeda. Ide bisnis merupakan ide general tentang bisnis apa yang akan kamu jalankan sedangkan konsep bisnis adalah rincian dari bisnis tersebut mulai dari bagaimana proses bisnis tersebut dijalankan sampai menentukan pola-pola dari bisnis tersebut.

Untuk langkah pertama tentukan dahulu ide bisnis yang akan kamu jalankan. Bagaimana cara menentukan ide bisnis dari list yang sudah ada? Jika kamu sudah membuat list maka coba bandingkan dahulu dari keahlian yang ada mana yang paling kamu mengerti dan tentunya paling bisa untuk dijalankan dari awal sampai akhir.

Misalnya saya membandingkan 6 keahlian yang saya punya dan memilih keahlian merakit komputer sebagai sesuatu yang paling saya pahami dan tentunya juga saya sukai. Saya bisa merakit komputer dari awal sampai akhir serta bisa menyelesaikan beberapa masalah dalam merakit komputer. Karena saya sudah ahli dalam hal tersebut maka saya menentukan untuk hal merakit komputer adalah ide bisnis saya.

Selanjutnya kamu juga harus memilih minat yang mendukung keahlian tersebut, misalnya kamu berminat dan suka dengan acc komputer maka kamu bisa mencoba mengkombinasikan untuk membuka jualan acc komputer dan juga membuka usaha merakit komputer tentunya hal ini akan memberikan keuntungan khusus bagi kamu.

Jika kamu sudah menentukan ide bisnis tersebut maka langkah selanjutnya adalah mentukan konsep bisnis yang akan kamu buat. Konsep bisnis ini harus benar-benar matang agar tidak berhenti ditengah jalan nantinya, pertama kamu harus mengkondisikan terlebih dahulu dan coba dengan beberapa pertanyaan ini dan buat list dari pertanyaan dibawah ini.

Apa nama toko yang akan kamu buka dan apa yang akan kamu jual?
Dalan pertanyaan ini kamu harus membuat nama toko dengan filosofi sendiri sehingga nama toko punya makna dan berikan nama toko yang mudah diingat. Tentukan produk apa saja yang akan kamu jual. Produk boleh berupa barang dan jasa. Selain hal tersebut buatlah logo yang menarik dan sesuai dengan barang yang kamu jual.

Bagaimana cara kamu menjual produk tersebut?
apakah melalui toko online baik menggunakan marketplace, sosial media, website atau langsung membuka toko offline. Tentukan juga bagaimana cara kamu memproses jualan kamu, apakah dengan COD, Email, atau via transportasi tertentu untuk mengirim produknya.

Bagaimana cara kamu mendapatkan produk tersebut?
Ini merupakan tantangan pribadi untuk kamu dalam membuka bisnis di awal. Jangan menyerah ketika mencari cara untuk mendapatkan produk yang ada. Kamu bisa mulai dengan menjadi reseller, dropship, atau bahkan langsung mendatangkan barang dari perusahaannya langsung, Sesuaikan dengan modal dan kondisi kamu. Jangan patah semangat ketika mencari supplier selalu tekankan bahwa inilah proses dalam berbisnis. Ketika bertemu dengan supplier yang cocok catat kontaknya dan jaga komunikasi dengan baik.

Bagaimana cara kamu melayani seorang pelanggan?
Coba buatlah sebuah prinsip di awal bahwa pelayanan adalah yang utama. Baik kamu menjual barang atau jasa tetap saya pelayanan adalah hal yang utama. Buatlah prinsip yang tegas tentang bagaimana cara kamu melayani seorang calon pembeli karena kamu harus bersiap untuk melayani calon pembeli dengan sepenuh hati.

Apakah Bisnis Kamu Dapat Membantu Banyak Orang?
Selanjutnya adalah coba kamu tanyakan sendiri kepada diri kamu apakah bisnis yang kamu lakukan nantinya dapat membantu dan menyelesaikan permasalahan banyak orang. Jika bisnis kamu dapat membantu banyak orang dan dapat menyelesaikan banyak permasalahan maka kamu tidak perlu takut untuk memulai bisnis yang akan kamu jalankan.

Apa Kelebihan Produk Yang Kamu Jual Dengan Produk Lainnya?
Langkah selanjutnya adalah kamu harus memberikan alasan kenapa orang-orang harus membeli produk tersebutnya dari kamu bukan dari yang lainnya. Apa kelebihan yang kamu tawarkan apakah layanan yang lebih cepat, harga lebih murah, akses lebih lengkap atau hal lainnya.

Berapa Biaya Yang Diperlukan Untuk Bisnis Ini?
Masalah biaya atau modal juga perlu diperhitungkan, silahkan kamu buat biaya keseluruhan yang diperlukan untuk membangun bisnis yang kamu rancang. Masalah pembiayaan dan modal akan di bahas pada sesi ke lima.

Dan buatlah pertanyaan-pertanyaan penting lainnya agar konsep bisnis kamu semakin matang nantinya.

Ketika kamu sudah bisa menjawab pertanyaan tersebut dan bisa membuat list sendiri maka setidaknya kamu sudah mempunyai konsep bisnis yang bisa kamu jalankan. Kamu juga bisa membuat konsep bisnis dengan matang dengan memperhitungkan beberapa hal tentang produk yang akan kamu jual dengan melakukan survei dan memberikan keunikan sendiri kepada produk yang kamu jual. Selanjutnya kamu bisa lanjut ke tahap menentukan target market dari bisnis yang ada.

3. Membuat Target Market Dari Bisnis

Tahap ke tiga untuk mendirikan sebuah bisnis adalah menentukan target market dari sebuah bisnis. Target market yang dimaksud adalah mentukan pasar yang akan dimasuki ketika membuka bisnis yang sudah ditentukan. Misalnya saya menentukan untuk menjual acc komputer dan jasa rakit komputer, maka kira-kira produk saya cocok untuk siapa? Dan siapakah target dari bisnis saya ini?

Kita asumsikan misalnya saya ingin fokus menjual acc khusus VGA komputer untuk gaming yang eksklusif dan memang barangnya terkenal langka serta susah di cari di Indonesia, namun saya punya koneksi untuk mendapatkan barang tersebut dari luar negeri atau orang tertentu. Berarti target market saya adalah orang-orang yang suka gaming dan suka dengan barang-barang eksklusif di seluruh Indonesia.

Fokuslah berjualan kepada target market kamu, jangan fokus kepada yang lainnya. Menentukan target market juga bisa dibuat dengan cara lebih spesifik lagi misalnya kamu hanya menargetkan untuk menjual produk A khusus untuk wilayah tertentu, jelas hal tersebut akan meningkatkan peluang kamu untuk membangun branding di wilayah yang kamu targetkan.

Pernahkah kamu melihat bisnis yang sukses langsung menargetkan target market mereka begitu luas? Tentu tidak, mereka mulai dari wilayah kecil dahulu ketika sudah ada modal lebih mereka barulah melakukan ekspansi dengan membuka cabang dan menentukan target market yang lebih besar lagi. Jikapun ada bisnis yang langsung membuka target market yang luas pastilah modal yang diperlukan sangat tinggi.

Menentukan target market memanglah tidak mudah, butuh pertimbangan khusus dalam menentukan kepada siapa produk akan dijual. Perlu pengetahuan tentang bagaimana kepribadian seorang calon pembeli agar kita bisa lebih mudah untuk melakukan penjualan tertarget.

Mari kita masuk ke studi kasus langsung, misalnya kamu ingin menjual baju anak kira-kira siapakah target market kamu? apakah kamu akan fokus menjual kepada anak-anak? atau kamu mencoba untuk menjual kepada orang tuanya?  Jika kamu mengatakan akan menjual kepada anak-anak sepertinya itu adalah hal yang kurang tepat sebab peluang anak-anak untuk membeli baju anak sangatlah rendah dan oleh karena itu kita akan menjual baju anak kepada orang tua sebab daya beli orang tua lebih tinggi daripada anak-anak.

Selanjutnya, jika ditanya kembali, maka kepada orang tua laki-laki atau perempuankah kamu akan menjual baju anak tersebut? Mungkin kali ini diri kamu akan menjawab perempuan, tidak ada salahnya kamu menjual baju anak kepada orang tua perempuan namun perlu kamu perhatikan kebanyakan orang tua perempuan membeli baju anak dengan selektif dan sangat rumit dalam memilih baju anak, serta orang tua perempuan cenderung ingin membeli dengan harga yang murah, bagaimana jika kamu menawarkan dengan harga yang tinggi? tentunya produk kamu akan sangat lama untuk dijual.

Jika dibandingkan dengan orang tua laki-laki biasanya mereka cenderung lebih tidak selektif dan membeli berdasarkan emosi yang ada, mereka akan membeli baju anak tanpa memikirkan harga karena bagi mereka yang terpenting adalah membeli baju untuk anaknya bukan memikirkan berapa besar harganya, dengan kata lain mereka akan cenderung memikirkan kualitas daripada kuantitas.

Jadi dari hal tersebut kamu mungkin bisa menentukan target market juga berdasarkan kecenderungan dan peluang yang diperoleh yang disesuaikan dengan produk yang kamu jual. Disini kamu harus berjuang keras untuk menentukan target market kamu, pelajari juga kondisi mereka, masalah yang mereka hadapi, dan tentunya budget yang ideal untuk mereka. Jual produk kamu dengan harga yang ideal, mahal berkualitas tidaklah masalah dan jika murah namun punya nilai pakai juga tidak masalah untuk dijual. Jadi sesuaikan target market dengan kondisi tersebut.

Untuk itu cobalah untuk membuat target market yang cocok dari bisnis yang akan kamu jalani, sesuaikan target kamu dengan usia dan karakter pembeli, wilayah dan juga bisnis yang kamu jalani. Jika kamu kesulitan dalam menentukan target market kamu bisa berdiskusi tentang target market di kolom komentar.

4. Melihat dan Menganalisa Persaingan Bisnis di Pasar

Langkah selanjutnya adalah mencoba untuk menganalisa dan melihat persaingan bisnis di pasar yang telah kamu tentukan. Memang benar dalam bisnis lebih baik untuk langsung take action dan berpandangan lurus kedepan dan selalu optimis namun kamu perlu mengimprove ide bisnis atau konsep bisnis kamu dengan cara melihat dan menganalisa persaingan bisnis yang akan kamu jalani.

Dalam langkah ke tiga kamu sudah menentukan target market bukan? Dalam hal tersebut kamu sudah menentukan wilayah dari bisnis yang akan kamu jalani. Untuk riset bisnis ini kita bisa menggunakan google bagi kamu yang membuka toko online. Bagi kamu yang membuka toko offline kamu bisa menganalisa dengan menggunakan google atau kamu bisa langsung datang dan lihat sendiri pesaing kamu dan catat hal-hal apa saja yang menjadi kekurangan dan kelebihan dari pesaing kamu.

Biasanya banyak orang yang merasa down ketika melihat pesaing atau kompetitornya yang sangat besar dan punya pelanggan yang banyak. Jadi buang jauh-jauh pemikiran tersebut karena yakinlah pesaing kamu yang besar saat ini juga seperti kamu dulunya. Jadi jangan putus asa atau patah semangat dalam membangun bisnis.

Sebagai contoh dalam analisa untuk melakukan riset pasar kita akan coba melakukan riset dengan studi kasus langsung. Misalnya saya ingin menjual baju anak di Medan  dengan online dan kita lakukan riset terlebih dahulu melalui search engine google.com beginilah penampakannya.

riset pasar 1

Dalam hasil searching tersebut kita perhatikan bahwa yang masuk ke halaman pertama adalah marketplace dan sosial media, seperti Olx, Facebook, Shopee, Jualo, Bukalapak, dan Tokopedia. Jika kamu berencana untuk menjualn baju anak di Medan maka kamu bisa memanfaatkan marketplace seperti Olx, Shopee, Bukalapak, atau Tokopedia.

Dalam marketplace tersebut kamu juga harus melakukan riset sendiri, marketplace mana yang memberikan penjualan baju anak paling banyak, jika kita filter secara umum mengenai kedua marketplace ini mari kita bandingkan Bukalapak dan Tokopedia, mari kita buka website Bukalapak dan Tokopedia serta melihat hasil penjualan baju anak di website tersebut dan juga lakukan filter untuk daerah agar analisa semakin akurat.

Setelah melakukan riiset pejualan di Tokopedia untuk daerah Medan lebih tinggi dibandingkan penjualan di Bukalapak. Artinya kamu bisa memanfaatkan peluang untuk berjualan baju anak di Medan di Tokopedia dan rata-rata persaingan dari produk ini tidak terlalu ketat artinya masih ada peluang untuk menjual baju anak lebih besar dari pesaing yang sudah ada. Ingat fokuslah pada target market kamu terlebih dahulu jangan membagi fokus target market terlalu banyak.

Jika sudah membuat analisa untuk tempat berjualan dan sudah memastikannya maka fokuslah untuk membangun branding di tempat itu saja. Misalnya saya memilih untuk berjualan baju anak di Medan dan fokus ke daerah Medan saja dan berjualan di Marketplace Tokopedia, maka saya hanya akan fokus terlebih dahulu untuk membuat toko saya di Tokopedia kelihatan bagus dan tentunya melakukan pengembangan di Tokopedia.

Banyak sekali mereka yang baru memulai usahanya membangun banyak sekali tempat berjualan dan tentu saja ini punya kekurangannya. Orang akan bingung mengenai tempat yang cocok untuk berjualan, jika kamu memilih Tokopedia sebagai tempat yang bagus maka kembangkanlah toko tersebut jangan bagi fokus kamu dengan membuat toko online lain di instagram, facebook, bukalapak, atau tempat lainnya. Jika kamu ingin mengembangkan toko kamu di sosial media atau marketplace lainnya tunggu sampai toko kamu udah benar-benar dapat menghasilkan pendapatan perbulannya agar ekspansi bisnis kamu lebih mudah nantinya.

Coba kamu perhatikan juga pesaing kamu yang ada di marketplace atau sosial media yang kamu tentukan sebagai tempat berjualan. Lihatlah produk yang ramai pembelinya, menurut riset yang sudah saya lakukan biasanya suatu toko ramai pembeli karena harga murah, desain yang menarik, promo khusus, dan faktor tempat yang dekat. Ke-empat faktor itu merupakan hasil riset saya dalam menganalisa toko-toko yang memiliki pengunjung dan pembeli yang banyak. Selain itu mereka sangat responsif dalam menanggani pelanggan dan disinilah kamu harus bisa untuk memanfaatkan kelebihan mereka untuk diterapkan di toko kamu.

Jika kamu sudah mengamati beberapa toko yang punya pelanggan sangat banyak maka kamu bisa mencoba mulai untuk membangun toko yang ingin kamu dirikan, ingatlah roma dibangun tidak dalam waktu 1 hari, jadi bersabarlah dan fokus terus untuk meningkatkan kualitas toko online atau offline yang kamu bangun. Tawarkan kelebihan dari toko kamu kepada calon pembeli. Apa yang membuat orang-orang harus membeli produk di toko kamu ketimbang membeli di toko lainnya. Jika kamu sudah mulai membangun toko, membuat desain yang menari dan masih sepi pelanggan nanti kita akan membahas masalah ini di cara memasarkan dan mempromosikan sebuah produk.

Oke, saya anggap kamu sudah paham dalam menganalisan dan menentukan tempat yang cocok untuk kamu berjualan. Intinya adalah Fokus dan Konsisten, jangan mengeluh ketika sedang membangun toko yang kamu kelola. Jika kamu mulai patah semangat ingat selalu konsep bisnis dan prinsip bisnis yang kamu terapkan, kamu berniat untuk merubah kehidupan kamu menjadi lebih baik dan dapat membantu banyak orang dari hasil penjualan kamu jadi jangan patah semangat dan selalu bersemangatlah ketika mengembangkan toko yang akan kamu jalankan.

5. Cara Mendapatkan Modal Yang Diperlukan

Ketika saya masih SMA dan ingin membuat sebuah bisnis saya sempat mencari di google dan mencari ide tentang bagaimana caranya membuka usaha tanpa modal sama sekali dan hasilnya saya hanya menemukan website MLM di google dan tidak membuahkan hasil apapun. Saya yakin pengalaman yang saya rasakan pernah kamu rasakan juga. Mungkin dari kamu ada yang searching di google tentang cara membuka usaha tanpa modal, bisnis tanpa modal, buka usaha tanpa modal, dan hal lainnya yang berkaitan membuka usaha tanpa modal sama sekali. Jika kamu pernah mencari hal tersebut maka setidaknya kamu punya niat untuk menjalankan bisnis namun dengan mindset yang salah. Saya juga mengakuinya bahwa saya punya mindset yang salah mengenai bisnis. Kenapa mindset ini salah? jelas salah, sebab jika kita perhatikan tidak ada bisnis yang tidak memerlukan modal.

Semua bisnis pasti memerlukan modal. Modal itu sangat umum, waktu, tenaga, dan uang adalah modal. Walaupun kamu menjadi seorang dropship kamu memerlukan modal. Mindset ini yang harus kamu bangun, semakin banyak modal yang kamu berikan incomenya juga akan semakin besar jika kamu melakukannya dengan benar. Jika kamu memberikan banyak tenaga, waktu, dan uang untuk usaha kamu saya yakin usaha kamu akan benar-benar berjalan. Jadi jangan pernah lagi berpikir tentang membuka usaha tanpa modal sebab hal itu tidak pernah ada. Apa kamu pikir mereka yang mempunyai bisnis besar membuka bisnis mereka tanpa modal sama sekali? tentu kalau kamu berpikir dengan logika kamu sendiri maka jawabannya adalah tidak. Semua bisnis pasti memerlukan modal.

Jika mindset tersebut sudah terbentuk maka masalah utamanya sekarang adalah bagaimana mencari atau mengumpulkan modal tersebut? Saya ingin membuka bisnis A dan butuh modal sekian namun denan keuangan saya saat ini saya tidak punya modal cukup apa yang harus saya lakukan?

1. Cari Rekan Bisnis
Untuk mengumpulkan modal yang diperlukan kamu bisa mencari seorang rekan bisnis yang siap bekerjasama dengan kamu. Memang tidak mudah mencari seseorang yang punya satu visi dan misi yang siap untuk membantu menambah modal dari bisnis yang akan dibangun.

Jika kamu  memang berniat untuk membangun bisnis yang ada kamu bisa mencoba untuk mencari rekan bisnis tersebut. Jika bisa dalam 1 bisnis jangan sampai owner lebih dari 4 karena akan terlalu susah untuk membagi keuntungan dan mengumpulkan suara dalam 1 pendapat.

Kamu bisa mencari rekan bisnis dengan memanfaatkan forum bisnis seperti kaskus atau forum lainnya. Kamu bisa menawarkan hal ini dengan membuat proposal kerjasama sebagai rekan bisnis.

2. Cari Investor
Jika kamu kesulitan dalam menemukan rekan bisnis maka kamu bisa mencoba untuk mencari seorang investor. Tentu mencari seorang investor akan jauh lebih sulit lagi sebab kamu harus mempunyai konsep bisnis yang matang dan tahan banting. Untuk itu jika kamu memang membutuhkan modal banyak buatlah konsep yang menarik dan unik.

Seorang investor tentunya ingin mencari keuntungan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya jadi tawarkan pendapatan yang akan didapatkan oleh dia ketika dia mau bekerjasama dengan kamu. Sesuaikan pendapatan dengan bisnis yang akan kamu jalankan.

Jika kamu ingin mencari investor sebaiknya bangun terlebih dahulu bisnis kamu dalam beberapa bulan karena jarang investor yang ingin menanamkan modal mereka pada bisnis yang baru berjalan.

3. Kumpulkan Uang Terlebih Dahulu
Jika kamu merasa punya kesempatan lebih dalam mengumpulkan modal kalau kamu menunda dan mengumpulkan uang terlebih dahulu maka tidak ada salahnya. Kamu juga bisa memulai bisnis kamu dengan sederhana sambil mengumpulkan modal yang diperlukan dari uang kamu sendiri.

Tidak ada salahnya menunda sebuah bisnis yang matang karena mengumpulkan modal. Selagi kamu mengumpulkan modal untuk bisnis kamu mungkin kamu bisa  mencoba beberapa hal yang bisa meningkatkan kualitas bisnis kamu, mulai dari mematangkan konsep dan arah bisnis kamu sendiri.

4. Menjadi Dropshipper
Salah satu cara yang sudah sangat mendesak ingin berbisnis adalah menjadi seorang droppshipper. Kamu bisa menjadi seorang dropshipper tanpa modal sama sekali namun kelemahannya adalah harga yang akan kamu tawarkan akan sangat mahal dan kamu harus pandai mengatasi hal ini.

Jika modal kamu memang belum cukup maka kamu bisa mencoba mengumpulkan modal melalui hasil penjualan dari dropship, jika penjualan kamu sudah meningkat dan uang kamu sudah ada untuk modal maka kamu tinggal merubah dari dropship menjadi reseller atau kamu bisa membeli mesin sendiri agar biaya produksi jauh lebih murah dan hasil jualan kamu akan semakin meningkat.

Dari ke-tiga hal tersebut saya tidak menyebutkan mendapatkan modal dari pinjaman. Pinjaman memang bisa membuat bisnis kamu cepat berjalan namun disisi lain itu juga bisa menjadi ancaman bagi bisnis kamu sendiri. Kamu juga perlu memperhatikan BEI yang akan kamu capai dan berapa kemungkinan bisnis yang akan kamu jalankan mendapatkan hasil yang diinginkan.

Jika kamu merasa bisnis kamu sangat unik, fresh, bakalan laku di pasar dan butuh dana segar kamu bisa saja mencoba untuk mangajukan pinjaman ke bank atau ke rekan yang kamu kenal, tetapi ingatlah jika kamu menggunakan pinjaman untuk modal usaha kamu maka kamu harus membayar cicilan per bulan dan bunga yang harus dibayarkan. Pertimbangkan sebaik mungkin untuk hal tersebut sebab banyak sekali pengusaha yang gagal mengontrol cicilan pinjamannya dan ujung-ujungnya gulung tikar.

Orang tua saya juga dulunya memakai pinjaman dari bank dalam bisnisnya namun banyak sekali rintangan dalam membangun bisnis melalui pinjaman tersebut, bunga dan cicilan dari bank tersebut sepertinya ingin membunuh peminjam secara perlahan. Dalam bisnis tidak ada kepastian dan itulah yang membuat seorang pengusaha untuk membayar cicilan macet karena bisa jadi bisnis yang ia jalankan bulan depan untung dan dua bulan kemudian buntung.

Ingat sekali lagi jika kamu ingin mencoba berbisnis dengan pinjaman dari bank sebaiknya timbangkan matang-matang mengenai cicilan, bunga, dan jangka waktu pembayaran serta yang paling penting adalah sanggupkah kamu membayar cicilan tersebut? Selalu rencanakan sebelum bertindak dan pikirlah matang-matang.

Saya rasa untuk mendapatkan modal untuk bisnis yang akan kamu jalankan sudah cukup jelas dan mudah-mudahan kamu bisa mendapatkan modal tersebut dan langsung terjun berbisnis, sebab bisnis yang baik adalah bisnis yang dijalankan bukan dibicarakan terus menerus.

6. Cara Memasarkan dan Mempromosikan Produk

Sesi kali ini kita akan membahas mengenai cara memasarkan dan mempromosikan produk yang akan kamu jual. Banyak sekali cerita pengusaha yang gagal karena sebenarnya bukan produk mereka yang tidak laku tapi strategi pemasaran dan cara mempromosikan yang tidak baik. Kamu bisa lihat mulai dari postingan produk yang tidak menarik dan gambar produk yang tidak sedap dilihat dimata itu sudah masuk kedalam cara memasarkan produk yang salah dan tentunya akan berimbas pada bisnis yang kamu jalankan.

Dalam sesi kali ini saya akan lebih fokus pada toko online dan bisa diterapkan juga untuk toko offline. Dalam sesi ini saya akan membagikan beberapa tips mengenai pemasaran dan promosi sebab beda produk beda lagi sistem pemasarannya.

1. Tampilan Produk
Salah satu alasan kenapa banyak orang yang membeli sebuah produk adalah karena desain yang menarik, unik, lucu, dan sebagainya. Pernah kamu melihat banyak wanita yang membeli sesuatu bukan karena fungsinya melainkan karena bentuk barang tersebut yang lucu. Tentunya kamu melihat fenomena tersebut mungkin terdapat pada teman, pacar, orang tua, atau rekan terkedat kamu. Mereka cenderung membeli barang karena emosi bukan berdasarkan fungsinya. Ini merupakan cela dari seorang pembeli dan bisa kamu jadikan sebagai sebuah kesempatan untuk menjual produk yang akan kamu jual.

Banyak sekali mereka para pengusaha yang memanfaatkan bias manusia ini sebagai salah satu strategi pemasaran dan promosi untuk mendapatkan penjualan yang tinggi. Kamu juga bisa memanfaatkan hal ini sebagai strategi pemasaran dan promosi produk kamu, berikan gambar yang menari perhatian dan desain yang bagus untuk setiap tampilan produk.

2. Promo atau Diskon
Percaya atau tidak banyak yang akan melihat diskon atau promo dari produk-produk yang ada walaupun produk tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan oleh pembeli. Banyak yang menerapkan strategi ini dan membuat calon pembeli untuk berpikir kembali untuk membeli produk tersebut atau tidak. Setidaknya dengan strategi pemasaran ini calon pembeli punya peluang sampai 50% untuk membeli produk yang sedang diskon tersebut.

Kamu juga bisa memainkan harga produk yang kamu jual dengan menjual lebih murah. Strategi ini  perlu perhitungan yang benar-benar matang. Misalnya kamu punya produk A dan produk B dengan harga beli 9rb  dan harga jual 10rb untuk per produk. Kamu bisa menurunkan harga produk A sampai dengan 8rb per produk dan menaikkan harga produk B menjadi 15rb atau lebih besar. Tentunya sistem ini perlu perhitungan matang agar kamu tidak rugi. Kamu harus bisa memprediksi seberapa besar orang membeli produk A dan produk B agar kamu bisa mendapatkan keuntungan maksimal.

3. Ongkos Kirim
Salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemasaran produk yang akan kamu lakukan adalah masalah ongkos kirim. Jika produk yang kamu sediakan adalah jasa mungkin biaya transport adalah masalahnya. Kebanyakan orang paling tidak suka dengan permasalahan ongkos kirim ini karena menambah biaya dan rumit mengurusnya. Jadi sebaiknya kamu membuka harga dengan biaya yang sudah termasuk dengan ongkos kirim, kamu juga bisa membuat paketan sendiri dengan memberitahukan bahwa produk yang kamu jual free ongkir.

Lagi-lagi perhitungkan dengan jelas antara produk yang akan kamu jual dengan ongkir maksimal yang akan kamu tanggung sebab jangan sampai nantinya niat baik kamu yang ingin menjual produk dalam paketan lengkap malah kamu yang rugi untuk membayar ongkos kirim tersebut. Jadi perhitungkan sekali lagi tentang hal tersebut.

Setidaknya untuk strategi pemasaran kamu bisa memanfaatkan 3 hal tersebut dan selanjutnya kita akan membahas masalah mempromosikan barang yang ada. Jika kamu buka toko offline maka kamu bisa memanfaatkan banner atau spanduk dengan memberikan keterangan toko kamu untuk berpromosi namun jika kamu memiliki toko online maka cara mempromosikan produk kamu akan berbeda lagi.

Banyak sekali toko online yang sukses karena promosi yang tertarget dan tepat. Hal ini juga bisa kamu terapkan pada toko online yang kamu terapkan. Hal yang paling dipermasalahkan dalam berpromosi adalah biaya yang tinggi. Saya tidak akan bohong dalam hal ini tapi jika kamu ingin punya banyak calon pelanggan maka kamu memerlukan banyak biaya untuk berpromosi. Ya, akan banyak sekali biaya untuk mempromosikan produk yang akan kamu jual. Semakin tinggi modal yang kamu berikan maka semakin besar juga hasil yang akan kamu capai nantinya.

Kenapa saya tidak menyarankan kepada kamu untuk berpromosi gratis, masalahnya untuk melakukan promosi sepertinya tidak ada yang gratis jika gratis biasanya akses akan terbatas dan tidak se-efektif dengan promosi berbayar. Kamu harus mengorbankan biaya untuk berpromosi karena itu sangat penting, setidaknya dengan melakukan promosi orang-orang akan kenal dengan toko kamu, orang akan kenal dengan produk yang kamu jual, dan orang akan mencari kamu jika membutuhkan barang yang kamu jual. Itulah yang ditawarkan dari promosi berbayar. Dan ingat ini sangat penting untuk membangun personal branding dari toko kamu.

Jika kamu ingin melakukan promosi online maka saya akan coba menjelaskan beberapa platform yang bisa kamu manfaatkan untuk melakukan promosi secara online. Berikut ini beberapa platform yang berbayar yang bisa kamu manfatkan untuk melakukan promosi secara online.

1. Facebook Ads
Salah satu promosi berbayar yang paling sangat saya sarankan adalah promosi melalui Facebook Ads. Saat ini sudah banyak yang melakukan promosi melalui Facebook Ads, dengan syarat setidaknya kamu harus mempunyai fanspage facebook agar iklan lebih responsif dan kamu bisa mulai mempromosikan iklan kamu mulai dari Rp 100.000,- cukup murah bukan?

Sistem iklan di Facebook Ads adalah menjaring orang-orang yang punya minat dan kesukaan tertentu untuk melihat iklan yang kamu kampanyekan. Kelebihan Facebook Ads lainnya adalah bisa menargetkan orang, daerah, usia, bahkan tempat-tempat yang spesifik sehingga iklan kamu tertarget dan kamu tentunya bisa mendapatkan calon pembeli yang benar-benar akan membeli produk kamu.

Jika kamu masih awam dengan Facebook Ads kamu bisa mencoba untuk melihat mengenai Facebook Ads lebih lanjut kamu bisa mengunjungi laman ini => Facebook Ads

2. Google Adwords
Salah satu platform yang bagus untuk melakukan promosi berbayar adalah Google Adwords. Beriklan di Google Adwords sebenarnya tidak jauh berbeda dengan beriklan di Facebook hanya saja menurut pandangan saya untuk membangun branding lebih cepat Google Adwords saya kira adalah tempat yang cocok untuk beriklan sebab peluang kamu menaikkan brand toko kamu bisa sangat cepat, tergantung dari berapa banyak modal yang kamu keluarkan untuk beriklan.

Google Adwords sendiri menawarkan beriklan dengan membayar hasil per klik yang kamu dapatkan. Misalnya kamu ingin mengiklankan toko dan produk kamu di Google Adwords maka kamu hanya perlu membayar iklan yang kamu kampanyekan ketika seseorang mengklik iklan yang kamu pasang tersebut. Biaya per klik iklan sangatlah beragam tergantung dari kata kunci yang kamu pasang sebagai iklan.

Jika kamu ingin tahu mengenai Google Adwords sebagai salah satu strategi promosi kamu nantinya maka kamu bisa mencoba berkunjung ke lama ini => Google Adwords

3. Marketplace Ads
Selanjutnya kamu bisa mencoba untuk mengiklankan produk yang kamu jual di Marketplace yang kamu percaya sebagai tempat kamu berjualan. Tentunya kamu harus menentukan dulu dimana marketplace yang cocok untuk berjualan. Marketplace di Indonesia sangat banyak sekali, mulai dari Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Olx, Kaskus dan semacamnya merupakan marketplace yang ada di Indonesia.

Biasanya dalam marketplace tersebut tersedia slot untuk memasang iklan khusus sehingga produk kamu akan tampil di halaman depan dan peluang orang-orang untuk membeli produk yang kamu tawarkan juga akan lebih tinggi. Kamu bisa mulai beriklan di Marketplace mulai dari Rp 100.000,-

Untuk beriklan di marketplace sebaiknya kamu memasang strategi yang matang sebab jika tidak menggunakan strategi dan riset pasar maka bisa-bisa uang yang kamu gunakan untuk promosi tidak akan menghasilkan apapun untuk itu kamu harus tahu bagaimana cara memikat pelanggan yang akan membeli produk kamu baik itu dimulai dari desain produk, gambar produk, deskripsi produk, sampai ke harga dan ongkos kirim produk. Semua harus diperhitungkan dengan matang sebelum melakukan promosi di marketplace.

Sedikit pengalaman, tentang bagaimana saya beriklan di marketplace tidak semanis beriklan di Google Adwords karena strategi dan produk saya waktu itu belum memadai untuk beriklan di marketplace, namun saya percaya jika kamu menggunakan strategi yang benar maka kamu bisa meraih keuntungan melalui marketplace tersebut.

Berikut link untuk beriklan di marketplace tersebut,
Iklan di Kaskus.co.id => Kaskus Ads
Iklan di Tokopedia.com => Top Ads
Iklan di Bukalapak.com => Buka Iklan
Iklan di Shopee.co.id => Iklanku

4. Instagram Ads
Promosi selanjutnya jatuh pada Instagram, tentunya kamu sudah tahu tentang sosial media yang satu ini. Instagram sedang trend untuk saat ini dan rata-rata pengguna di Instagram memakan waktu berjam-jam dalam menggunakan sosial media ini. Tentunya ini menjadi peluang emas bagi kamu yang ingin mencoba untuk beriklan di Instagram.

Untuk beriklan di Instagram kamu bisa beriklan mulai dari Rp 100.000,- dan bisa dihubungkan dengan Facebook karena memang Instagram saat ini merupakan satu anak perusahaan dengan Facebook jadi kamu bisa beriklan di Facebook sambil beriklan di Instagram juga.

Untuk melakukan promosi di Instagram pastikan terlebih dahulu bahwa kamu sudah punya akun Instagram setidaknya dengan mempunyai akun Instagram promosi kamu akan jauh lebih mudah dan tentunya kamu bisa menargetkan target market kamu jauh lebih mudah sebab biasanya di Instagram banyak yang memberikan data asli mereka karena jauh lebih aman dan sifatnya privat.

Jika kamu tertarik dengan beriklan di Instagram maka kamu bisa mengunjungi laman ini => Instagram Ads

5. Beriklan Dengan Serbabisnis.com
Iya, nantinya Serbabisnis.com akan membuka program jasa pemasangan iklan dan tentunya bersifat transparan dimana hal tersebut akan menguntungkan kamu dalam beriklan dan iklan yang kami buat akan tertarget. Banyak sekali jasa pemasangan iklan diluar sana yang memberikan data tidak penuh dan hanya sebagaian saja, tentunya itu akan merugikan kamu sebagai seorang pengguna jasa iklan tersebut. Serbabisnis.com mengingkan sebuah revolusi dalam mengiklankan produk yang tertarget dan transparan sehingga produk yang akan dijual berpeluang besar untuk terjual bukan hanya sekedar impresi semata.

Link untuk beriklan sedang dibuat, jika kamu ingin mengiklankan produk kamu di Serbabisnis.com dan iklan di Google adwords, Facebook, atau iklan di tempat lainnya saya siap untuk membantu kamu dalam mengiklankan produk kamu dan menentukan target market kamu. Silahkan hubungi 082165293470 untuk informasi lebih lanjut.

Kelima cara promosi berbayar tadi merupakan cara promosi paling ampuh untuk saat ini. Iklan akan benar-benar ampuh jika kamu menetapkan target market dalam iklan karena itu sangat penting. Mungkin dari kamu ada yang bertanya kenapa tidak menggunakan endorse atau paid promote di sosial media atau tempat lainnya? Sebenarnya cara tersebut bisa dibilang tidak terlalu ampuh sebab kamu tidak bisa menentukan target market kamu dalam hal tersebut. Misal ada seorang influencer A yang mempromosikan baju anak sementara banyak orang yang melihat promosi yang dilakukan si A adalah anak muda dan semacamnya yang target marketnya sangat jauh dari bisnis yang sedang kamu jalankan. Bukankah itu adalah hal yang sia-sia? bahkan artis besar sekalipun saya sangat tidak menyarankan untuk melakukan promosi dengan cara seperti ini terkecuali bisnis kamu sangat erat hubungannya dengan dunia si A jalankan. Misalnya kamu punya bisnis tempat penginapan dan si A adalah seorang traveler maka tepat kiranya jika kamu melakukan kerjasama dengan si A. Tetapi salah satu kekurangan dari promosi ini adalah biaya yang dikeluarkan akan sangat banyak untuk bekerjasama dengan seorang influencer.

Selanjutnya mungkin kamu akan bertanya adakah cara gratis untuk promosi bisnis yang sedang kamu jalankan? Sebelum saya menjawab pertanyaan ini maka sekarang saya ingin bertanya kepada kamu, apakah kamu masih percaya dengan namanya promosi gratis? jika kamu masih percaya setidaknya kamu harus membuang mindset tersebut jauh-jauh sebab dalam bisnis tidak ada yang namanya gratis. Perlu banyak pengorbanan untuk bisnis dan buang mental gratisan jauh-jauh karena itu sangat tidak baik untuk berbisnis. Ingatlah selalu bahwa kamu memerlukan waktu, usaha, dan juga uang dalam membangun bisnis, begitu juga dengan mempromosikan produk yang akan kamu jual.

7. Mengatur Keuangan Dalam Bisnis

Sesi selanjutnya yang tidak kalah penting adalah mengatur keuangan dalam berbisnis. Kita akan mencoba sedikit menceritakan masalah mengenai keuangan dalam berbisnis atau membangun sebuah bisnis. Pernah kamu mendengar cerita bahwa banyak sekali orang yang sudah berbisnis dan melakukan berbagai macam usaha namun tidak punya uang atau uangnya seperti hilang entah kemana padahal ia punya pendapatan yang menurut kita cukup tinggi, pernah kamu mendengar masalah tersebut? Saya yakin hampir semua orang pernah mendengar cerita tersebut, salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah tidak pandai mengatur keuangan untuk berbisnis. Tentunya ketika kamu sudah memiliki bisnis kejadian tersebut tidak ingin menimpa kamu bukan? Untuk itu kamu harus bisa mengatur keuangan untuk berbisnis dengan baik.

Mengatur keuangan untuk berbisnis sebenarnya punya banyak variasi namun yang paling penting dalam mengatur keuangan dalam berbisnis adalah menentukan aliran uang yang ada untuk berbisnis. Singkatnya akan kita sebut dengan cashflow dalam bisnis. Intinya dalam bisnis akan ada uang keluar dan uang masuk. Uang keluar bisa dicatat sebagai biaya untuk produksi, iklan, gaji, ataupun yang lainnya. Uang masuk bisa dicatat sebagai biaya yang diterima dari hasil penjualan atau hasil apapun yang menambah keuangan dari bisnis kamu. Nah hal terpenting dari ini semua adalah pencatatan. Kamu harus siap untuk mencatat setiap transaksi yang ada karena nantinya dari pencatatan tersebut kamu harus menghitung apakah kamu mengalami keuntungan atau malah mengalami kerugian. Banyak sekali para pengusaha atau orang-orang yang berbisnis tidak melakukan hal ini sehingga mereka cenderung tidak tahu sebenarnya mereka sedang merugi bukan sedang untung. Jika seorang pengusaha tahu kalau bisnisnya rugi maka ia pasti akan mencari strategi baru agar bisnisnya bisa menguntungkan itulah gunanya pencatatan ini, setidaknya transaksi yang dilakukan dapat diketahui dengan jelas.

Setelah melakukan pencatatan maka hal lain yang harus kamu lakukan adalah tidak mencampur uang pribadi dengan uang bisnis. Jangan pernah mencampur uang untuk bisnis dengan uang milik pribadi. Kita memang bisa saja membuat bisnis kita dengan modal dari diri kita sendiri tapi sebaiknya ketika bisnis sudah berjalan jangan mencampurkan uang pribadi dengan bisnis. Buatlah gaji  sendiri dari bisnis yang sedang kamu jalankan, jadinya kamu mengaji diri kamu sendiri. Misalnya setiap bulan dari bisnis A kamu bisa mendapatkan keuntungan bersih sebesar  3 juta rupiah maka buat dengan konsisten berapa persen gaji yang akan kamu peroleh nantinya, misalnya gaji yang kamu inginkan 50% dari total keuntungan sementara sisanya di investasikan lagi untuk membuat bisnis lebih besar. Jadinya setiap bulan kamu mendapatkan uang sebesar 1,5 juta bersih dari bisnis A. Kebanyakan para pengusaha dan pebisnis mencampurkan uang mereka dan ketika mereka mendapatkan keuntungan uang tersebut tidak berputar untuk mengembangkan bisnis melainkan untuk dikonsumsi pribadi dan gawatnya lagi ketika bisnis butuh dana darurat mereka harus mengeluarkan uang pribadi lagi untuk bisa mengatasi masalah tersebut, jika kondisi keuangan bisnis kamu bagus seharusnya bisnis tersebutlah yang membiayai dirinya sendiri dan membiayai kamu sebagai seorang pengusaha. Jadi selalu pisahkan uang pribadi dengan uang untuk bisnis.

Selalu sisihkan uang dari pendapatan untuk membuka jalan bisnis kamu lebih besar lagi, jika kamu sudah punya keuntungan yang lumayan banyak kamu mungkin bisa memulai bisnis lainnya lagi atau kamu bisa fokus untuk mengembangkan bisnis ini saja. Jangan pernah meletakkan telur dalam 1 keranjang, jika pecah maka pecahlah semua. Jika sudah memiliki pendapatan konsisten dan bertambah terus maka sebaiknya kamu mulai melakukan ekspansi bisnis dengan membesarkan bisnis yang sudah kamu jalankan dan membuka bisnis lainnya. Setidaknya kamu sudah punya dindingan untuk bersandar ketika bisnis yang baru kamu jalankan tidak terlalu berkembang.

Mungkin dari kamu ada yang bingung kenapa tidak fokus pada bisnis yang sudah dikembangkan saja? kenapa malah harus membuka bisnis lainnya? Tentunya kamu harus tetap fokus mengembangkan bisnis utama yang sedang kamu jalankan namun disisi lain perlu kamu ketahui bahwa masa depan dari bisnis tidaklah pasti dan tidak akan pernah jelas. Sebaik apapun kamu menanalisa dan memprediksi bisnis yang sedang kamu jalankan tetap saja pada realitanya hasilnya tidak akan pernah 100% sama dengan prediksi yang kamu buat. Dalam hal ini kita perlu mengantisipasi jika bisnis yang kita jalankan tidak berkembang dan bangkrut. Seorang pebisnis yang baik adalah orang yang mengerti dengan resiko sebuah bisnis dan mengatur strategi menghadapi resiko sebaik mungkin. Untuk itu sebagai cara mengantisipasi resiko tersebut kita memerlukan bisnis lain yang dapat mendukung bisnis utama kita baik itu mendukung dengan bentuk uang, barang, ataupun hal lainnya. Paling tidak kamu harus punya bisnis lain selain bisnis utama yang kamu jalankan saat ini. Pernah kamu mendengar nama Jack Ma, Steve Jobs, Dan Lok, Mark Zuckerberg, Chairul Tanjung, Antony Salim, Eka Tjipta Widjaja, Susilo Wonowidjojo, Michael Hartono, Budi Hartono, Larry Page, Robert Kiyosaki, dan Warren Buffett. Apakah kamu pernah bertanya-tanya pada mereka, apakah mereka hanya menjalankan satu bisnis saja? atau lebih dari satu bisnis? Jika kamu telusuri lebih lanjut mereka tidak hanya fokus dalam 1 bisnis, mereka mengembangkan bisnis dengan cara mereka masing-masing dan mereka cenderung mengembangkan bisnis lainnya ketika bisnis utama mereka berhasil, inilah kunci dari pebisnis yang sukses dan tentunya perlu kamu teladani cara mereka.

Dengan hal tersebut saya berharap kamu dapat mengatur keuangan kamu untuk dapat melakukan ekspansi bisnis yang lebih besar dan dapat mengatur bisnis lebih bertahan lama.

8. Menjaga dan Meningkatkan Kualitas Bisnis

Selanjutnya adalah masalah menjaga dan meningkatkan kualitas bisnis. Ketika kamu sudah menjalankan sebuah bisnis kamu pastinya ingin menjaga bisnis kamu agar terus berkembangan dan ingin meningkatkan pelayanan yang lebih lagi agar bisnis kamu dapat bertahan lama nantinya. Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas bisnis biasanya akan kamu pelajari sendiri ketika bisnis yang kamu kendatin mulai berjalan. Kamu akan mempelajari dari berbagai macam respon pelanggan yang datang dan mulai mengubah sistem yang sudah kamu buat. Biasanya kamu mungkin akan kesal sendiri atau jengkel terhadap pelanggan yang banyak permintaan dan ribet namun ketahuilah dengan adanya mereka bisnis kamu dapat berkembang lebih baik lagi dan tentunya kamu bisa meningkatkan mutu pelayanan kepada banyak orang.

Jangan pernah menanggap pelanggan sebagai seseorang yang salah dan kamu yang selalu benar. Selalu belajarlah dari mereka sebab raja dalam bisnis adalah calon pembeli untuk itu kamu harus terbuka dan ramah kepada setiap calon pembeli yang ada.

Ketika bisnis kamu sudah mulai mendapatkan pendapatan dengan konsisten ingatlah untuk selalu membantu orang-orang disekitar kamu dan juga kembangkan bisnis yang sedang kamu kelola itu, mungkin kamu bisa membeli mesin tambahan untuk produksi atau kamu bisa menambah sumber daya manusia jika bisnis kamu adalah jasa atau kamu mungkin bisa menyewa tempat yang lebih luas dan layak jika bisnis kamu membutuhkan tempat tersebut. Jangan pelit dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas dari bisnis yang kamu kembangkan. Ingatlah ketika kamu memberikan modal lebih banyak maka lebih banyak juga pendapatan yang akan kamu dapatkan nantinya.

Selalu lihat transaksi keuangan yang sedang berlangsung apakah berjalan baik atau tidak. Jika berjalan baik maka pertahankan pola dan sistem yang sedang kamu buat. Jika berjalan kurang baik maka tugas kamu adalah mengatasi hal tersebut sesegera mungkin. Membangun sebuah bisnis adalah hal yang gampang namun menjaga dan mengembangkan sebuah bisnis adalah tugas yang lebih sulit dari sebelumnya. Biasanya jika bisnis tidak sesuai dengan rencana banyak sekali pengusaha yang berubah pikiran untuk menutup bisnis  yang sedang ia jalankan dan mencari bisnis lain yang berpeluang lebih besar untuk menghasilkan uang. Tentu saja ini merupakan mindset yang salah, jika bisnis yang dikonsep berbeda dengan yang kamu alami dengan saat ini maka kamu harus menyesuaikan kembali dan mencoba untuk mencari strategi yang lebih baik dan lebih pasti agar konsep yang kamu buat bisa lebih sesuai. Cara ini jauh lebih baik ketimbang kamu mengganti usaha lainnya yang akan membuat kamu berputar-putar disiklus itu saja.

Jika bisnis kamu sudah besar dan berkembang pesat tidak ada salahnya kamu melakukan kerja sama dengan beberapa bisnis lainnya yang menguntungkan bisnis kamu saat ini. Bekerja sama artinya bergabung demi sebuah tujuan yang sama untuk itu carilah rekan bisnis yang punya tujuan yang sama dengan bisnis yang sedang kamu jalani. Kamu juga bisa mengembangkan bisnis dalam bentuk yang lebih besar dengan mencari investor. Ketika bisnis sudah berkembang pesar biasanya investor akan sangat tertarik dengan bisnis ini jadi akan sangat tinggi peluang kamu untuk mendapatkan dana segar dari investor tinggal saja bagaimana kamu bisa membuat bisnis kamu kelihatan menarik dan punya nilai lebih daripada bisnis yang lainnya.

Jika kamu membutuhkan dana segar kamu bisa mencoba untuk mencari dana tersebut di website peer to peer landing dimana kamu akan mendapatkan pinjaman dari seseorang langsung dan bukan dari bank, tentunya bunga yang diberikan biasanya akan lebih ringan daripada bunga yang ada di bank. Kamu bisa lihat beberapa daftar website peer to peer landing di laman ini => Daftar Website P2P di Indonesia

Ingatlah semakin banyak uang yang kamu pinjam maka resiko yang akan kamu terima juga akan semakin tinggi.

Penutup

Itulah 8 langkah untuk membuka sebuah bisnis dari awal sampai akhir hingga proses perawatan dan pengembangan sebuah bisnis. Jika kamu ingin bertanya lebih mengenai bisnis apa yang cocok untuk dibangun atau pertanyaan lainnya seputar bisnis kamu bisa komentar di bawah ini. Semoga dengan artikel ini kamu mendapatkan pencerahan untuk membuka bisnis yang ingin kamu jalani.

Jika kamu merasa artikel ini bermanfaat maka kamu bisa share artikel ini ke teman-teman kamu melalui sosial media atau yang lainnya. Atau jika kamu punya pertanyaan khusus silahkan email saya di teddy@serbabisnis.com 

Ingat!!

Bisnis yang baik adalah bisnis yang segera dijalankan bukan ditanya terus menerus!!

– Bob Sadino

 

Salam,

Serbabisnis.com

 

Source image: Pixabay.coman

Teddy Juwandi

Penulis dan sekaligus juga owner di Serbabisnis.com
Berharap akan membantu orang-orang yang ingin berbisnis dan juga menyelesaikan masalah keuangan.

Add comment